Kamis, 29 Desember 2011

AIR Untuk KEHIDUPAN

Pernahkah anda membayangkan bila dunia ini tanpa air???? Mungkin dipikiran kita kehidupan ini akan musnah, tak akan ada yang bisa bertahan. Begitulah pentingnya air sampai-sampai tak ada yang dapat hidup tanpa air. Manusia buruh air, hewan butuh air, tumbuhan pun butuh air.

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. (Wikipedia.com). Lihat saja jika seorang ilmuwan ingin meneliti apakah ada kehidupan di planet lain, maka yang pertama dicari para ilmuan selain udara adalah keberadaan air. Mengapa??? Karena mereka menyakini bahwa semua kehidupan di bumi muncul dari air. Wow…. Itulah Hebatnya AIR…!!! Ada dan tidak adanya kehidupan semua tergantung pada air.

Makanya Air itu butuh suatu konservasi atau upaya pemeliharaan sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Upaya melindungi sumber air, saat ini mendapatkan perhatian yang cukup serius dari pemerintah. Hal ini berangkat dari kesadaran masyarakat dan pemerintah bahwa sumber air sebagai unsur lingkungan yang vital merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menjamin berlanjutnya kehidupan.
Berbagai peraturan perundang-undangan dikeluarkan seperti “Ketentuan-ketentuan Payung”, yang dituangkan dalam Undang-undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air.

Upaya ini dilakukan selain untuk menjaga kelastarian air dan juga agar menjaga agar air tidak tercemar, juga mempunyai beberapa manfaat dari konservasi ini :

1. Pencegahan Banjir dan Kekeringan
Banjir terjadi karena sungai dan saluran-saluran drainase lain tidak mampu menampung air hujan yang turun ke bumi. Penuhnya air permukaan pada sungai dan danau serta saluran drainase lain disebabkan karena air hujan itu tidak merembes ke bumi, melainkan mengalir menjadi air permukaan. Untuk upaya ini pemerintah membuat aturan untuk pada kawasan resapan air tidak diperkenankan mendirikan bangunan di kawasan ini karena akan menghalangi meresapnya air hujan secara besar-besaran. Pembangunan jalan raya juga dihindari agar tidak menyebabkan pemadatan tanah dan terganggunya fungsi akuifer. vegetasi yang ada dijaga dan tidak dilakukan penebangan komersial.

2. Pencegahan Erosi dan Sedimentasi
Erosi dan sedimentasi adalah peristiwa terkikisnya lapisan permukaan bumi oleh angin atau air. Faktor penentu sedimentasi ini adalah iklim, topografi, dan sifat tanah serta kondisi vegetasi.

3. Pencegahan Kerusakan Bantaran Sungai
Kerusakan bantaran sungai dapat diakibatkan oleh pengikisan aliran air dan aktivitas manusia yaitu dengan pembuangan sampah, material dan pengurukan untuk melindungi tempat tinggal.
SELANJUTNYA >>

Sabtu, 24 Desember 2011

Pemutaran Film Siazteen "RETAK" Slideshow Slideshow

Pemutaran Film Siazteen "RETAK" Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Pemutaran Film Siazteen "RETAK" Slideshow Slideshow ★ to . Stunning free travel slideshows on TripAdvisor
SELANJUTNYA >>

Minggu, 18 Desember 2011

Film Dokumenter "Retak"

Sebuah Karya kami buat SMA Neg. 1 Bantaeng
Semoga jdi Insprirasi untuk karya-karya yang lebih baik lagi nantinya....

Retak Bag. 1


Retak Bag. 2

Retak Bag. 3

Retak Bag. 4


THANKS
SELANJUTNYA >>

Minggu, 04 Desember 2011

HUKUM HOOKE DAN AYUNAN BANDUL SEDERHANA



HUKUM HOOKE DAN AYUNAN BANDUL SEDERHANA



A. Tempat dan tanggal praktikum.
Praktikum 1
  •  Tempat                       :   Laboratorium Fisika
  •  Tanggal praktikum     :   Kamis, 10-Desember-2009


Praktikum 2
~  Tempat                      :    Laboratorium Fisika
~ Tanggal Praktikum   :    Jumat, 11-Desember-2009

B. Tujuan praktikum
     Tujuan : Menentukan Hubungan gaya (F) dengan pertambahan panjang (∆x) dan hubungan periode (T) dengan panjang tali ()

C. tinjauan pustaka
A. Hukum Hooke
Hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dengan pertambahan panjang pegas x pada daerah elastisitas pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke (1635 - 1703), yang kemudian dikenal dengan Hukum Hooke. Pada daerah elastis linier, sesarnya gaya F sebanding dengan pertambahan panjang x. Secara matematis dinyatakan:
F = k . .................................................................. (3.5)
dengan:
F = gaya yang dikerjakan pada pegas (N)
x = pertambahan panjang (m)
k = konstanta pegas (N/m)
Pada saat ditarik, pegas mengadakan gaya yang besarnya sama dengan gaya tarikan  tetapi arahnya berlawanan (Faksi = -Freaksi). Jika gaya ini disebut gaya pegas FP maka gaya ini pun sebanding dengan pertambahan panjang pegas.
Fp = -F
Fp = -k. .................................................................. (3.6)
dengan:
Fp = gaya pegas (N)
Berdasarkan persamaan (3.5) dan (3.6), Hukum Hooke dapat dinyatakan:
Pada daerah elastisitas benda, besarnya pertambahan panjang sebanding dengan gaya yang bekerja pada benda.

B. Ayunan Bandul Sederhana
Ayunan sederhana sering disebut dengan bandul. Ayunan yang terdiri atas beban yang diikat pada benang disimpangkan dengan sudut θ  tertentu sehingga ayunan tersebut melakukan ge rakan bolak-balik sepanjang busur AC. Bolak-balik ayunan melalui titik A, B, dan C. Gerakan yang terjadi pada ayunan disebut getaran. Getaran merupakan gerakan bolak-balik secara periodik melalui titik kesetimbangan. Satu getaran lengkap adalah gerakan bolak-balik dari A ke C dan kembali lagi ke A. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran lengkap disebut periode. Sedangkan banyaknya getaran atau gerak bolak-balik yang dapat dilakukan dalam waktu satu detik disebut frekuensi. Frekuensi yang ditimbulkan oleh ayunan tidak dipengaruhi gaya dari luar. Frekuensi yang demikian disebut frekuensi alamiah. Getaran pada ayunan terjadi karena adanya gaya pemulih (F), yaitu gaya yang menyebabkan benda kembali ke keadaan semula.

D. Alat Dan Bahan
Praktikum 1 :
  • Pegas
  •  Beban
  • Mistar
  • Statif



   Praktikum 2:
1)      Statif
2)      Benang
3)      Stopwatch
4)      Mistar
5)      Beban
6)      Busur Derajat

E. Cara Kerja
Praktikum 1
1)      Siapkan statif dan gantungkan salah satu ujung pegas pada statif seperti pada gambar.
2)      Ukurlah panjang pegas tanpa beban dengan mistar, misalnya sebesar Xo.
3)      Berikan gaya pada pegas dengan cara menggantungkan beban m pada ujung pegas bagian bawah sehingga pegas bertambah panjang. Besar gaya yang diberikan memenuhi F= mg (N). Gunakan g= 9,8 m/s2.
4)      Kemudian ukur kembali panjang pegas dengan mistar, misalnya sebesar X. Hitung pula pertambahan panjang pegas ∆X= X-Xo.
5)      Ulangi langkah 3 dan 4 beberapa kali dengan gaya tarik F yang berbeda ( Caranya dengan mengganti / Menambah beban m) sehingga menghasilkan perpanjangan pegas yang berbeda.
6)      Catat semua data pada tabel.

Praktikum 2
1)      Pertama-tama ukurlah tali sepanjang 100 cm, kemudian berikan beban 50 gr.
2)      Berilah Simpangan sudut sebesar 20o
3)      Ukurlah waktu yang di perlukan selama 10 ayunan
4)      Ulangi langkah di atas dengan menggunakan panjang tali 80 cm, 60, cm 40 cm, dan 20 cm dengan massa dan simpangan sudut tetap



F. Hasil Pengamatan

Praktikum 1

NO
∆X= X-Xo
(m)
F= m.g
(N)
K= F/∆ (N/m)
( k-k )
( k-k )2
1
0,05
0,49
49
0
0
2
0,1
0,98
49
0
0
3
0,15
1,47
49
0
0
4
0,2
1,96
49
0
0
5
0,25
2,45
49
0
0

Praktikum 2

NO
l (cm)
Waktu untuk 10  ayunan (t)
T= t/10
T^2
1
2
3
4
5
100 cm
80 cm
60 cm
40 cm
20 cm
21,6 s
19,2 s
17 s
14,8 s
12,2 s
2,16
1,92
1,7
1,48
1,22
4,66
3,68
2,89
2,19
1,48













G. Pembahasan

Praktikum 1
Panjang mula-mula pegas (Xo) 0 m ketika di beri beban sebesar 50 gram maka pegas bertambah panjang menjadi 0,05 m, ketika beban diganti menjadi 100 gram maka pegas bertambah panjang menjadi 0,1 m, ketika beban diganti menjadi 150 gram maka pegas bertambah panjang menjadi 0,15 m, ketika beban diganti menjadi 200 gram maka pegas bertambah panjang menjadi 0,2 m, ketika beban diganti menjadi 250 gram maka pegas bertambah panjang menjadi 0,25 m. Pertambahan panjang pegas (X) dapat di hitung dengan rumus X=X-Xo, maka di peroleh data berturut turut 0,05, 0,1, 0,15, 0,2, 0,25. begiti juga dengan gaya yang bekerja pada pegas (F) dengan rumus F= m.g dan konstanta pegas (k) denagn rumus k= .

Praktikum 2
Saat Panjang tali 100 cm waktu yang diperlukan untuk mengayunkan bandul sebanyak 10 ayunan yaitu 21,6 sekon, ketika panjang tali di perkecil menjadi 80 cm maka waktu yang dibutuhkan lebih cepat dari sebelumnya yaitu 19,2 sekon, ketika panjang tali di perkecil menjadi 60 cm maka waktu yang dibutuhkan lebih cepat dari sebelumnya yaitu 17 sekon, ketika panjang tali di perkecil menjadi 40 cm maka waktu yang dibutuhkan lebih cepat dari sebelumnya yaitu 14,8 sekon hingga panjang tali di perkecil menjadi 20 cm maka waktu yang di butuhkan hanya 12,2 sekon. Hal ini menunjukkan bahwa, Semakin kecil panjang tali maka waktu yang di perlukan untuk mengayunkan 10 ayunan lebih sedikit sehingga bandul memiliki kecepatan yang besar. Waktu yang diperlukan untuk 10 ayunan disebut Periode (T), sedangkan banyaknya ayunan dalam 1 sekon disebut frekuensi (f). Hubungan pertambahan panjang dengan periode berbanding lurus.



H. Kesimpulan

Praktikum 1

Hubungan antara  Îx  dengan F berbanding lurus, semakin besar F, maka  Îx  juga akan semakin besar


Praktikum 2

Hubungan antara periode (T) dengan panjang tali ( l ) berbanding lurus, sebab semakin panjang tali yang di gunakan semakin lama waktu yang di perlukan sehingga periode (T) juga semakin besar.




Daftar pustaka

Sukaryadi - Siswanto. 2009. Kompetensi Fisika: untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Handayani, Sri - Damari, Ari. 2009. Fisika untuk Sma / Ma kelas XI. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Nurachmandani, Setya.2009. Fisika 2. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.



Download disini
SELANJUTNYA >>

Laporan Fisika "KAMERA"

Laporan Fisika Tentang Kamera berisi Bagian Kamera dan Fungsinya


Laporan Fisika KAMERA
SELANJUTNYA >>

Sabtu, 03 Desember 2011

Laporan Pertumbuhan Kacang Hijau

Laporan Biologi Tentang Pertumbuhan Kacang Hijau...


Laporan Biologi "Tanaman Kacang Hijau"
SELANJUTNYA >>

Laporan Uji Zat Makanan

Berikut contoh Laporan Biologi Uji Berbagai zat Makanan...
SEMOGA BERMANFAAT...!!!!!



Uji Berbagai Zat Makanan
SELANJUTNYA >>